Showing posts with label Sosial Budaya. Show all posts
Showing posts with label Sosial Budaya. Show all posts

Sunday, May 17, 2009

Adu Domba Ramaikan Bogor

domain gratis, mau!!
Liputan6.com, Bogor: Sekitar 300 domba aduan dari berbagai daerah di Jawa Barat diikutsertakan dalam lomba ketangkasan di Bogor, Jawa Barat, baru-baru ini. Adu domba digelar di Lapangan Pasadena, Mega Mendung, Puncak, Bogor.
Tak sedikit domba yang luka dan patah tulang. Meski cukup mengerikan, antusiame penonton tak sedikit pun surut. Suasana semakin meriah saat seorang penari Jaipong tampil. Untuk memperebutkan Piala Pasadena, juri menilai kekuatan domba dan penampilan domba saat bertanding. Panitia berharap adu domba mampu melestarikan budaya Sunda yang nyaris punah.(IKA/Budi Santoso)
Tanah Dijual Blog Advertising

Goa Lawah, Pura Seribu Kelelawar

domain gratis, mau!!
Liputan6.com, Klungkung: Sebagai kawasan wisata, Bali tak hanya dikenal dengan keindahan alam dan seninya, namun juga keunikan pura dan kuil yang ada di sana. Salah satunya adalah Pura Goa Lawah, yang memiliki arsitektur indah dan dibangun di abad kesebelas.
Selain itu, Pura Goa Lawah juga menyimpan keunikan lain, yaitu ribuan kelelawar. Para kelelawar tersebut adalah penghuni goa yang berada persis di belakang altar pura di Kabupaten Klungkung, Bali itu. Maka, tempat ibadah umat Hindu ini diberi nama Pura Goa Lawah. Dalam bahasa Bali, lawah berarti kelelawar. Anehnya, ribuan kelelawar itu tak pernah mengganggu warga yang beribadah di pura. Manusia dan kelelawar hidup berdampingan. Tak heran jika banyak wisatawan tertarik berkunjung ke pura unik tersebut. Menurut sejarah, Pura Goa Lawah ini dibangun Mpu Kuturan. Pada hari kerja, turis yang berkunjung sekitar seratus orang per hari. Jumlah ini meningkat empat kali lipat di akhir pekan.(ISW/Putu Setiawan)
Tanah Dijual Blog Advertising

Hotel Apung Bitung Kurang Promosi

domain gratis, mau!!
Liputan6.com, Bitung: Kota Manado, Sulawesi Utara pada 11-15 Mei mendapat kehormatan menjadi tuan rumah Konferensi Kelautan tingkat Dunia (WOC). Diperkirakan hampir 2.000 peserta yang mewakili 77 negara hadir. Guna memfasilitasi kebutuhan akomodasi peserta, Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) mencoba menawarkan hal unik, hotel apung di Kapal Tilong Kabila.
Salah satu kamar di hotel yang bersandar di Bitung ini berkapasitas empat tempat tidur seharga Rp 500 ribu per malam. Kamar itu dilengkapi televisi dan kamar mandi. Sementara kamar dengan dua ranjang bertarif Rp 300 ribu per malam. Ada juga kelas ekonomi seharga Rp 100 ribu per malam. Sayang, Pelni kurang mempromosikan tawaran menginap itu. Hingga konferensi berakhir, Kapal Tilong Kabila yang biasa melayani rute Bitung-Mataram-Bali itu sepi pengunjung. Memang, seharusnya kapal bersandar di Pelabuhan Manado namun ketinggian air membuatnya tak layak sandar. Kesempatan meraih pendapatan tambahan dari konferensi menjadi luput.(OMI/Teguh Dwihartono dan Aldrien Arif)
Tanah Dijual Blog Advertising

Ratusan Warga Gianyar Berperang

domain gratis, mau!!
Liputan6.com, Gianyar: Ratusan warga Gianyar beperang menggunakan janur dalam sebuah perayaan tradisi Siat Sampian di Gianyar, Bali, Kamis, (14/5). Pembukaan acara ini dilakukan oleh sejumlah pria dan wanita berbaju putih mengelilingi areal sekitar pura. Mereka membawa dupa dan memercikan air tirta sebagai alat pembersih.
Setelah sejumlah orang mengelilingi pura, berikutnya giliran upacara Ngombak dilakukan. Prosesi ini digelar dengan cara berpegangan tangan satu dengan yang lain dan bergerak seperti ombak. Setelah kedua ritual ini dilakukan, upacara Siat Siampian siap dilaksanakan. Puncak acara yang berumur ratusan tahun ini adalah saat perang janur dimulai. Perang ini melibatkan 800 orang penari pria dan wanita berperang menggunakan janur. Walaupun dianggap berperang, namun dalam upacara ini tidak ada yang merasa tersakiti, dendam atau marah. Pasalnya semua peserta bertujuan melebur menjadi satu menghormati tradisi warisan leluhur. Tradisi ini juga merupakan perayaan berbagai sekte keagamaan di Bali. Sebelum pertemuan sekte dan pemerintah Bali dilakukan abad 10 SM, sejumlah sekte Hindu yang ada kerap bermasalah dengan yang lainnya.(ASW/Tim Liputan 6 SCTV)
Tanah Dijual Blog Advertising

Kepiting Kenari, Andalan Wisata Ternate

domain gratis, mau!!
Liputan6.com, Manado: Kepiting boleh jadi adalah menu favorit Anda. Tapi, pernahkah Anda mencicipi kepiting khas dari Ternate, Maluku Utara, yang disebut kepiting kenari? Kepiting kenari memiliki bentuk yang berbeda dari kepiting yang biasa kita lihat.
Sepintas kepiting ini seakan menyerupai hasil persilangan antara kepiting dan laba-laba. Agak menyeramkan memang, namun dagingnya yang melimpah dan berprotein tinggi menjadikan kepiting ini andalan wisata Ternate. Kepiting kenari menjadi salah satu pontensi unggulan dan dipamerkan dalam ajang pameran kelautan yang digelar bersamaan dengan pelaksaaan Konferensi Kelautan Dunia di Manando, Sulawesi Utara, belum lama ini.(ADO/Tim Liputan 6 SCTV)
Tanah Dijual Blog Advertising